Ketika terbangun oleh azan Subuh tadi mata saya langsung melirik jam dinding dan seketika sadar bahwa jam itu mati. Jarum pendeknya ada di angka 12, sedang jarum panjangnya terletak di antara angka 3 dan 4. Saya langsung mandi, sholat Subuh dan selanjutnya mencari-cari batu batere di laci. Biasanya saya selalu menyediakan beberapa untuk pengganti batere di wireless mouse saya.
Saya ingat betul jam dinding bermerk Seiko itu sudah amat lama menempel di dinding; bahkan sebelum saya pindah rumah ke jalan Dewi Sartika ini. Sebuah hadiah pernikahan dari boss isteri saya: almarhum pak Suhartaji. Berarti jam dinding itu sudah mulai menunaikan tugasnya sejak pertengahan tahun 1985. 25 tahun yang silam.
Sambil berjingkat sedikit saya mengambil jam dinding itu, dan membaliknya. Telihat sebuah label dipenuhi debu yang bertuliskan : 1st change 27-03-87. Cukup lama juga sebuah batere mampu mencatu daya: sekitar 2 tahun. Saya langsung memasang batu batere baru dan mencocokkan waktu di jam dinding itu.
Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Begitu seterusnya. Semoga sajalah saya mampu mengisi waktu-waktu yang lewat dengan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. Amin.
Tempus fugit. Time really flies ..