Catatan: Sebuah “Tahaddus Binni’mah”.
Lima tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 September 2005, saya membeli sebuah laptop Acer pada kisaran harga Rp 7 juta rupiah. Sekitar setahun sebelumnya, untuk sebuah laptop bermerk DELL bekas, saya membelinya di harga Rp 5 juta lebih sedikit. Saya mencatat hal itu pada blog saya di: s i n i.
Dua tahun kemudian, 27 November 2007, saya kembali harus merogoh kantong untuk mendapatkan sebuah Laptop HP 520. Harganya Rp 5 juta, lebih sedikit. Persisnya saya lupa. Ini artinya kalau dulu dengan anggaran Rp 5 juta saya hanya bisa mendapatkan sebuah laptop bekas (dengan kondisi tertentu) sekarang saya bisa mendapatkan sebuah laptop baru.
Setahun yang lalu, tepatnya di penghujung tahun 2008, saya membeli sebuah Macbook seharga $ 999. Ini adalah Macbook paling murah pada waktu itu. Karena kurs rupiah pada waktu itu, sependek saya ingat, > Rp 11.000, maka harganya ada pada kisaran hampir Rp 12 juta. Sekarang Macbook tersebut dihargai $ 919. Dengan kurs sekitar Rp 9.400 saat ini, maka harganya sekarang “cuma” Rp 8,638,600.
Saat ini, di tengah bermunculannya NETBOOK dengan segala merk dan modelnya, sebuah netbook yang sudah cukup memadai untuk pekerjaan kantor dan berinternet, harganya dimulai di sekitar Rp 2.800.000 saja, dan cenderung terus menurun. Harga yang cenderung terus turun ini mudah-mudahan sedikit meringankan kita para orangtua memenuhi kewajiban melengkapi anak-anak dengan segala kebutuhan sesuai dengan zamannya.
Dan, beginilah barangkali konsekwensi-logis yang harus saya tunaikan sebagai seorang bapak yang dikaruniai anak 5 orang laki-lakiĀ yang hampir setiap waktu “dicekoki” informasi tentang segala macam gadget dari media yang saya langgan di rumah.