Puas?

If this is coffee, please bring me some tea; but if this is tea, please bring me some coffee. Jika ini kopi, tolong suguhi saya teh. Namun jika ini teh, tolong suguhi saya kopi. Itu sebuah kutipan yang saya suka dari Abraham Lincoln. Maksudnya, sepanjang saya tidak salah memahami, apapun yang kita terima kita sulit sekali merasa puas.

Ketika panas mendera, kita merindukan kesejukan. Ketika dingin meluluh-lantakkan tulang, kita menginginkan kehangatan.

Seorang sahabat yang dikarunia 5 orang putri yang manis-manis amat merindukan seorang putera. Hidupnya belum terasa sarat makna, karena betapapun seorang bapak pasti menginginkan seorang anak laki-laki sebagai keturunannya. Namun saya yang dikaruniai 5 orang putera masih suka merindukan memeluk seorang puteri darah daging saya sendiri. Sebuah keinginan yang agaknya makin terdengar sayup karena kondisi kesehatan dan usia isteri saya.

Seorang tetangga pernah curhat menumpahkan segala kesulitan hidupnya seraya menyatakan betapa senangnya hidup saya, “ini” punya “itu” punya. Padahal dia tidak tahu betapa kerap dalam kehidupan saya menarik nafas dalam-dalam sekedar menghilangkan gundah yang datang karena ada banyak sekali kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi disebabkan kosongnya kantong.

Demikian seterusnya ..

Tampaknya kita memang harus lebih pandai lagi bersyukur atas apapun yang Allah karuniakan buat kita ..

Selamat Hari Idhul Fitri 1430 H. Semoga puasa kita diterima oleh Sang Maha Rahim, dan kita masih diberi kesempatan untuk menjumpai ramadan-ramadan berikutnya. Mohon maaf lahir batin.

One Response to “Puas?”

  1. tuteh says:

    Belajar untuk puas (bahkan pada kemampuan diri sendiri) kadang aku tak mampu, Pak hehehe.. salam kenal :)

Leave a Reply