Pengalaman Pertama

Tanggal 24 dan 25 bulan ini pastinya merupakan dua tanggal bersejarah buat Hirzi, anak saya yang sulung. 24 Maret adalah hari lahirnya dan tanggal 25 adalah hari pertama dalam hidupnya dia menerima gaji. Meski S1-nya belum tuntas dan sedang dalam tahap akhir penyelesaian Skripsi sebuah perusahaan IT sudah menerimanya. Alhamdulillah di saat ribuan orang di-phk dan ribuan lainnya terancam phk, Allah memberi kemudahan kepadanya mendapat pekerjaan. Semoga saja setelah S1-nya definitif gajinya akan bertambah, dan jika CCNA-nya selesai (sebentar lagi) akan ada penyesuaian lagi. Amin. Insha Allah.

Saya katakan kepadanya meskipun besaran gaji itu penting, tetapi untuk seseorang fresh-graduate pengalaman kerja tidak kalah pentingnya. Apalagi salary-nya perbulan setelah dikurangi transport dan makan masih jauh lebih besar dari uang saku yang saya berikan selama ini. Alhamdulillah!

Dan tadi malam ada juga sebuah hal baru dalam kehidupan saya: saya mendapat sejumlah uang dari anak saya itu. Terimakasih, Zi. Nominalnya tentu tidak penting benar. Nilai-nilai yang terkandung dalamnya yang harus digaris-bawahi.

Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan yang terbaik buat kami sekeluarga. Amin.

“Fabiayyiaalaa Irobbikumaa Tukazzibaan .”

One Response to “Pengalaman Pertama”

  1. Adieb says:

    Mohon maaf bapak, sekedar koreksi…
    Tertulis di akhir kalimat sbb:…
    “Fabiayyiaalaa Irobbikumaa Tukazzibaan .”

    huruf double z pada “TUKAZZIBAAN” = zain atau huruf ke 11 pada urutan abjad hijaiyyah
    sedangkan pada Al-Qur’an disebutkan (Ar-Rahman) adalah “dz” atau huruf ke 9 pada abjad hijaiyyah
    sehingga jika dituliskan kira2 seperti ini “…TUKADZDZIBAAN.”

    Watawa shoubil haq…
    Terimakasih
    Jazaakumulloohu khoiron katsiiron
    Wassalaam…
    —————–
    R:/
    Alaikum salaam wr wb.
    Terimakasih untuk koreksi ente.

    Transliterasi Arab-Latin (menuliskan ucapan Arab dg tulisan Latin) memang kadang menimbulkan masalah. Ada banyak rujukan. Salah satu patokan adalah ini:

    http://unstats.un.org/unsd/geoinfo/pdf/Contribution-Div-Arabic-RomanizationSystem.pdf

    Namun, imho, tidak ada keharusan mengikuti kaidah itu, karena ada juga kaidah penulisan yg lain yg bisa ente cari di Google.

    Tentang apakah yg betul : “Tukazzibaan” atau : “Tukadzdzibaan”, silakan klik link berikut untuk melihat apa yg diperoleh Google.

    http://www.google.co.id/search?q=fabiayyiaala

    Sekali lagi terimakasih atas perhatian ente.

    Ihsan Muhadjirin.

Leave a Reply