Archive for September, 2009

IP Statis untuk Nokia 5800

Sunday, September 27th, 2009

5800Saya baru saja bosan dengan Nokia E63. Sejak membludagnya ponsel-mirip-blackberry produk China, di mana-mana orang memakai ponsel qwerty. Sepertinya jadi enggak eksklusif lagi. Hehehe.

Dan alhamdulillah saya baru mendapatkan sebuah ponsel touchscreen Nokia  seri 5800. Kepinginnya sih pakai iPHONE. Tetapi rezeki yang datang keburu habis buat lebaran. Cara membelinya: sejutaan pakai uang kertas, dua juta ngutang di Citibank. Kalau kepepet fulus, saya pasti akan mengubahnya menjadi cicilan. Biar tidak terasa, tenornya 24 bulan sekaligus. :)

Hari ini saya kepingin men-set IP statis buat si ponsel. Sebenarnya kita tidak perlu repot-repot begini. Sekali dia menangkap signal wifi, biasanya dia langsung mendapat nomor IP secara otomatis.

Caranya begini:

1. Press the Menu Button (Middle or White button below the screen)
2. Settings
3. Connectivity
4. Destinations
5. Access point(add new Access Point)
6. Automatically check for available access points
7. Yes
8. Wireless Lan (? Available)
9. Highlight the one to which you want to connect
10. Click Select
11. Enter WEP value
12. Destination
13. Internet
14. Click Select
Once added this has been added, the new access point appears under Internet (? access points)
15. Internet
16. select your Wireless Network by touching
17. Highlight the WLAN network Mode
18. Touch it to change it to Ad-hoc, it may be set to Infrastructure
19. Now Click Options
20. Advanced Settings
21. IPv4
22. Enter IP Address
23. Subnet Mask
24. Default Gateway
25. DNS servers

Sumber: http://www.howtofixanything.co.uk/howto-322.html

Puas?

Friday, September 25th, 2009

If this is coffee, please bring me some tea; but if this is tea, please bring me some coffee. Jika ini kopi, tolong suguhi saya teh. Namun jika ini teh, tolong suguhi saya kopi. Itu sebuah kutipan yang saya suka dari Abraham Lincoln. Maksudnya, sepanjang saya tidak salah memahami, apapun yang kita terima kita sulit sekali merasa puas.

Ketika panas mendera, kita merindukan kesejukan. Ketika dingin meluluh-lantakkan tulang, kita menginginkan kehangatan.

Seorang sahabat yang dikarunia 5 orang putri yang manis-manis amat merindukan seorang putera. Hidupnya belum terasa sarat makna, karena betapapun seorang bapak pasti menginginkan seorang anak laki-laki sebagai keturunannya. Namun saya yang dikaruniai 5 orang putera masih suka merindukan memeluk seorang puteri darah daging saya sendiri. Sebuah keinginan yang agaknya makin terdengar sayup karena kondisi kesehatan dan usia isteri saya.

Seorang tetangga pernah curhat menumpahkan segala kesulitan hidupnya seraya menyatakan betapa senangnya hidup saya, “ini” punya “itu” punya. Padahal dia tidak tahu betapa kerap dalam kehidupan saya menarik nafas dalam-dalam sekedar menghilangkan gundah yang datang karena ada banyak sekali kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi disebabkan kosongnya kantong.

Demikian seterusnya ..

Tampaknya kita memang harus lebih pandai lagi bersyukur atas apapun yang Allah karuniakan buat kita ..

Selamat Hari Idhul Fitri 1430 H. Semoga puasa kita diterima oleh Sang Maha Rahim, dan kita masih diberi kesempatan untuk menjumpai ramadan-ramadan berikutnya. Mohon maaf lahir batin.