Sejujurnya saya katakan bahwa saya adalah mahluk Allah yang sulit berpuasa dengan baik. Tentu maksudnya bukan berarti saya tidak pernah berpuasa wajib. Saya selalu menunaikannya, namun dengan tingkat kesulitan yang lumayan. Penyebabnya, barangkali, karena iman saya lemah. Mungkin juga karena penyakit maag yang kadang datang tanpa permisi. Atau, kedua-duanya: sudah iman tipis, berpenyakit maag pula.
Hari Jumat, sehari sebelum berpuasa, kembali perut saya bertingkah. Sehari-harian saya tidak melakukan aktifitas apapun. Rasa-rasanya bila si perut bertingkah begini terus bisa-bisa saya tidak bisa berpuasa besok. Saya mencoba mengatasinya dengan obat maag yang banyak dijual di warung.
Usai bersahur dan sholat Subuh saya menyempatkan membaca Alqur’an. Satu juz saja. Isteri saya terheran-heran saya mendadak bisa “hafal” Alquran. Dengan posisi tubuh saya yang berbaring miring dia tidak tahu kalau saya menyelipkan smartphone saya di sisi bantal. Dengan bantuan smartphone itulah saya membaca Al Quran. Usai menyelesaikan 1 juz, ada doa saya terucap sebelum tidur: “Ya Allah, hamba ingin bisa berpuasa hari ini. Tolong sembuhkan penyakit maag hamba ini.” Karena hari ini libur maka saya langsung meng-off-kan alarm di smartphone saya agar saya bisa tidur sepuasnya. Saya pun terlelap ..
Ketika kemudian saya terjaga saya kaget sekali. Sudah jam 5 sore!! Ini artinya saya tidur sekitar 11 jam. Ini artinya saya tidak sempat sholat Zuhur. Lekas-lekas saya bangkit untuk berwudhu, meng-qodho Zuhur dan menunaikan sholat Asar.
Mudah-mudahaan Allah memanjangkan tidur saya agar saya bisa menunaikan puasa hari ini. “Terimakasih, Ya Allah.”, gumam saya sambil “menikmati” bunyi kriuk-kriuk di sudut perut saya. Mesti ada “musik keroncong” terdengar di sana, si Maag pun tampaknya sudah pergi ..
Marhaban Ya Ramadhan. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan jasmani dan rohani supaya kita bisa menunaikan ibadah Shaum tahun ini dengan sebaik-baiknya. Amiin.
Jika anda membeli sebuah ponsel untuk kantor anda seharga Rp 999.000 lalu anda meminta pedagang membuatkan kwitansi dengan angka Rp 1.000.000, anda sudah melakukan “korupsi” sebesar Rp 1.000. Tapi “korupsi” sejumlah itu rasanya akan dimaklumi semua orang. Anggap sajalah selisih itu sebagai pengganti uang parkir.
Hari ini mbah Surip meninggal dunia. Beberapa minggu sebelumnya, karena ada bom meledak, Manchester United gagal bermain di Jakarta. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun ..


