Archive for August, 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Saturday, August 22nd, 2009

Sejujurnya saya katakan bahwa saya adalah mahluk Allah yang sulit berpuasa dengan baik. Tentu maksudnya bukan berarti saya tidak pernah berpuasa wajib. Saya selalu menunaikannya, namun dengan tingkat kesulitan yang lumayan. Penyebabnya, barangkali, karena iman saya lemah. Mungkin juga karena  penyakit maag yang kadang datang tanpa permisi. Atau, kedua-duanya: sudah iman tipis, berpenyakit maag pula.

Hari Jumat, sehari sebelum berpuasa, kembali perut saya bertingkah. Sehari-harian saya tidak melakukan aktifitas apapun. Rasa-rasanya bila si perut bertingkah begini terus bisa-bisa saya tidak bisa berpuasa besok. Saya mencoba mengatasinya dengan obat maag yang banyak dijual di warung.

Usai bersahur dan sholat Subuh saya menyempatkan membaca Alqur’an. Satu juz saja. Isteri saya terheran-heran saya mendadak bisa “hafal” Alquran. Dengan posisi tubuh saya yang berbaring miring dia tidak tahu kalau saya menyelipkan smartphone saya di sisi bantal.  Dengan bantuan smartphone itulah saya membaca Al Quran. Usai menyelesaikan 1 juz, ada doa saya terucap sebelum tidur: “Ya Allah, hamba ingin bisa berpuasa hari ini. Tolong sembuhkan penyakit maag hamba ini.” Karena hari ini libur maka saya langsung meng-off-kan alarm di smartphone saya agar saya bisa tidur sepuasnya. Saya pun terlelap ..

Ketika kemudian saya terjaga saya kaget sekali. Sudah jam 5 sore!! Ini artinya saya tidur sekitar 11 jam. Ini artinya saya tidak sempat sholat Zuhur. Lekas-lekas saya bangkit untuk berwudhu, meng-qodho Zuhur dan menunaikan sholat Asar.

Mudah-mudahaan Allah memanjangkan tidur saya agar saya bisa menunaikan puasa hari ini. “Terimakasih, Ya Allah.”, gumam saya sambil “menikmati” bunyi kriuk-kriuk di sudut perut saya. Mesti ada “musik keroncong” terdengar di sana, si Maag pun tampaknya sudah pergi ..

Marhaban Ya Ramadhan. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan jasmani dan rohani supaya kita bisa menunaikan ibadah Shaum tahun ini dengan sebaik-baiknya. Amiin.

Korupsi

Thursday, August 20th, 2009

tksJika anda membeli sebuah ponsel untuk kantor anda seharga Rp 999.000 lalu anda meminta pedagang membuatkan kwitansi dengan angka Rp 1.000.000, anda sudah melakukan “korupsi” sebesar Rp 1.000. Tapi “korupsi” sejumlah itu rasanya akan dimaklumi semua orang. Anggap sajalah selisih itu sebagai pengganti uang parkir.

Namun kalau harga pasaran sebuah barang diketahui sebesar Rp 77 juta kemudian barang itu dinyatakan seharga Rp 379 juta dalam kontrak, ini tentu keterlaluan. Ini terjadi dalam salah satu proyek di Depkes tahun 2003 yang lalu.

Supaya anda lebih jelas lagi mengenai apa yang sesungguhnya terjadi silakan anda klik link ini saja:  http://www.detiknews.com/read/2009/08/19/221610/1186000/10/kerugian-negara-rp-71-m-mark-up-capai-5594-persen .

Gilaaa!

Mbah Surip dan … Manchester United

Tuesday, August 4th, 2009

Hari ini mbah Surip meninggal dunia. Beberapa minggu sebelumnya, karena ada bom meledak, Manchester United gagal bermain di Jakarta. Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun ..

Keduanya menimbulkan contoh yang sangat nyata tentang rezeki. Rezeki wajib dicari, semua orang tahu. Namun perolehannya sepenuhnya kuasa Allah SWT. Ada yang mudah mendapatkannya, ada yang sudah setengah mampus berikhtiar tetap saja hidup kebelangsak.

Mbah Surip adalah sebuah contoh jika Allah berkehendak maka dalam waktu singkat seorang hamba bisa memperoleh rezeki yang sangat banyak. Siapa sangka lagu “Tak Gendong” yang sudah diciptakan lama sekali (tahun 80an) baru meledak sekarang. Siapa sangka seorang penyanyi jalanan, yang hidup menggelandang, kadang mendapat makan cukup kadang harus berpuasa karena tidak punya uang untuk membeli nasi, mendapat rezeki milyaran rupiah dari royalti dan dari RBT musiknya. Jika Allah sudah berkehendak mudah saja bagiNya membuat seorang fakir seperti mbah Surip menjadi milyarder dalam waktu yang amat singkat.

Di sisi lain rencana kedatangan Manchester United membawa bayangan rezeki yang amat sangat besarnya. Saya tidak faham hitung-hitungannya. Yang jelas semua tiket habis terjual beberapa minggu sebelumnya. Sebuah operator seluler rela mengeluarkan uang sangat besar sebagai sponsor. Para penjual kaos sudah jauh-jauh hari mempersiapkan kaos dan cendera mata lain yang akan dijualnya dengan harga khusus. Intinya: banyak fihak sudah membayangkan keuntungan yang sangat besar  di depan mata. Namun Allah swt berkehendak lain. Semuanya hilang musnah tanpa diduga sama sekali. Dalam sekejap! Betapa besarnya kerugian yang harus ditanggungi, kita semua pasti sudah mengikuti beritanya dengan seksama.

Selamat jalan, mbah Surip .. Semoga ALLAH SWT, Sang Maha Pemberi,  memberi anda yang terbaik …

(mbah Surip style) Ha … Ha .. Ha . . Haaa ..