Archive for March, 2009

Macbook

Friday, March 27th, 2009

Beberapa bulan terakhir ini laptop Hawlett-Packard saya jarang saya pergunakan lagi karena saya jauh lebih merasa nyaman bekerja dengan Macbook. Rupanya banyak juga tokoh-tokoh dunia yang *menggikuti* langkah saya memakai Macbook. ;)

[Ge-er mode on]
obama_computer

Gambar di atas ini “teman” saya waktu esde dulu. Dia bersekolah di SD Besuki Menteng, saya di SDN Teladan Bekasi Pasar. Saya tidak perlu memperkenalkan lebih jauh kan? Kalau masih belum kenal juga, baiklah saya perkenalkan saja, namanya: Husein (lengkapnya: Barack Husein Obama), lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961.

Yang di samping ini anda kenal enggak ?

Bokapnya bernama Anatoly Afanasyevich Medvedev, sedangkan nyokapnya bernama Yulia Veniaminovna Medvedeva. Dia sendiri bernama: Dmitry Anatolyevich Medvedev, lahir 14 September 1965 di Leningrad (kini St. Petersburg), seorang politikus Rusia yang terpilih menjadi presiden pada tanggal 2 Maret 2008. Orangtua Medvedev mendorongnya untuk belajar sains, tetapi dia lebih berminat pada bidang hukum. Medvedev sendiri mengambil jurusan hukum di Fakultas Hukum Universitas Negeri Leningrad. Dalam perjalanan karirnya, Medvedev melanjutkan ke program doktor dan selesai pada 1990 dengan spesialisasi hukum privat, korporat dan sekuritas. Sejak itu, dia mengajar sampai tahun 1999.

See ? Rupanya bukan cuma Macbook dia mengekor dari saya. Sampai-sampai pekerjaan saya pun ditirunya … hehehe

Dan di bawah ini Yang Mulia Syeikh Abu Nawaf juga sedang sibuk dengan Apple beliau.

macbookair33

And … the last but not least .. inilah the most handsome man among them (ehm!):

Yes, you are awfully quiet right. It’s me I …

Pengalaman Pertama

Thursday, March 26th, 2009

Tanggal 24 dan 25 bulan ini pastinya merupakan dua tanggal bersejarah buat Hirzi, anak saya yang sulung. 24 Maret adalah hari lahirnya dan tanggal 25 adalah hari pertama dalam hidupnya dia menerima gaji. Meski S1-nya belum tuntas dan sedang dalam tahap akhir penyelesaian Skripsi sebuah perusahaan IT sudah menerimanya. Alhamdulillah di saat ribuan orang di-phk dan ribuan lainnya terancam phk, Allah memberi kemudahan kepadanya mendapat pekerjaan. Semoga saja setelah S1-nya definitif gajinya akan bertambah, dan jika CCNA-nya selesai (sebentar lagi) akan ada penyesuaian lagi. Amin. Insha Allah.

Saya katakan kepadanya meskipun besaran gaji itu penting, tetapi untuk seseorang fresh-graduate pengalaman kerja tidak kalah pentingnya. Apalagi salary-nya perbulan setelah dikurangi transport dan makan masih jauh lebih besar dari uang saku yang saya berikan selama ini. Alhamdulillah!

Dan tadi malam ada juga sebuah hal baru dalam kehidupan saya: saya mendapat sejumlah uang dari anak saya itu. Terimakasih, Zi. Nominalnya tentu tidak penting benar. Nilai-nilai yang terkandung dalamnya yang harus digaris-bawahi.

Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan yang terbaik buat kami sekeluarga. Amin.

“Fabiayyiaalaa Irobbikumaa Tukazzibaan .”

Air Mata Singa Padang Pasir

Monday, March 23rd, 2009

Catatan: Copy-paste dari milis ..

Pernahkah anda membaca dalam riwayat akan Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab terkenal gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau Syeitan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat di suatu jalan, maka Syeitan pun menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu kalau Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan.

Mengapa “singa padang pasir” ini sampai menangis?

Umar pernah meminta izin menemui rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku.

Rasul yang mulia bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab, “bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera”.

Nabi berkata, “mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya. ”

Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya.

Ketika anda pergi ke Belanda, biasanya pesawat akan transit di Singapura. Atau anda pulang dari Saudi Arabia, biasanya pesawat anda mampir sejenak di Abu Dhabi. Anggap saja tempat transit itu, Singapura dan Abu Dhabi, merupakan dunia ini. Apakah ketika transit anda akan habiskan segala perbekalan anda? Apakah anda akan selamanya tinggal di tempat transit itu?

Ketika anda sibuk shopping ternyata pesawat telah memanggil anda untuk segera meneruskan perjalanan anda. Ketika anda sedang terlena dan sibuk dengan dunia ini, tiba-tiba Allah memanggil anda pulang kembali ke sisi-Nya. Perbekalan anda sudah habis, tangan anda penuh dengan bungkusan dosa anda, lalu apa yang akan anda bawa nanti di padang Mahsyar.

Sisakan kesenangan anda di dunia ini untuk bekal anda di akherat. Dalam tujuh hari seminggu, mengapa tak anda tahan segala nafsu, rasa lapar dan rasa haus paling tidak dua hari dalam seminggu. Dalam dua puluh empat jam sehari, mengapa tak anda sisakan waktu barang satu-dua jam untuk sholat dan membaca al-Qur’an atau berdakwah kepada orang2 terdekat kita… Dalam delapan jam waktu tidur kita….mengapa tak kita luangkan 15 menit saja untuk sholat tahajud…

“Celupkan tanganmu ke dalam lautan,” saran Nabi ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedaan dunia dan akherat, “air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akherat”

Bersiaplah, untuk menyelam di “lautan akherat”. Siapa tahu Allah sebentar lagi akan memanggil kita, dan bila saat panggilan itu tiba, jangankan untuk beribadah, menangis pun kita tak akan punya waktu lagi.

Download Kitab

Friday, March 20th, 2009

Berikut ini adalah alamat-alamat untuk men-download ribuan kitab-kitab berbahasa Arab, baik berupa kitab induk, kitab rujukan ataupun makalah.

http://www.sahab.net/home/index.php?site=book
http://www.ibnothaimeen.com/all/eBook.shtml
http://www.muqbel.net/files.php
http://www.binbaz.org.sa/books/list
http://www.almeshkat.net/books/index.php
http://www.waqfeya.com/index.php

http://www.almaktba.com/index.php

http://saaid.net/book/index.php
http://al-eman.com/islamlib/
http://www.ajurry.com/library.htm
http://alalbany.net/albany_books.php
http://www.afifyy.com/book.html
http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx#1
http://www.sh-yahia.net/books.html
http://salemalajmi.com/books/index.html
http://www.otiby.net/book
http://www.njza.net/web/files.php
http://www.rabee.net/
http://www.dorar.net/
http://shamela.ws/

Sumber: Milis. 20 Maret 2009.

UUD

Wednesday, March 18th, 2009

sogokRasanya tidak ada yang tidak tahu plesetan “UUD”. Ya, betul: “Ujung Ujungnya Duit”. Maksudnya, apapun urusannya kalau duit sudah berbicara bereslah segalanya. Anda melanggar lampu merah, berikan “uang damai” kepada (oknum) polantas yang menagkap anda, beres. Anda ingin bikin KTP, berikan uang lebih besar dari yang sudah ditentukan, tak lama KTP anda selesai. Kalau anda bersikeras membayar sesuai aturan, sangat mungkin KTP anda tidak akan selesai-selesai. Banyak contoh lain, yang tidak perlu repot-repot saya tulis di sini karena semua orang sudah tahu. Sedemikian biasanya hal ini terjadi sehingga banyak di antara kita yang mulai lupa betapa NISTA perbuatan itu sebenarnya.

Yang juga semua orang tahu adalah bila anda ingin menjadi Pegawai Negeri maka anda harus menyiapkan uang sogokan cukup besar. Puluhan juta rupiah. Obrolan terakhir yang saya dengar seorang kenalan harus merogoh kantong sebesar Rp 60 juta supaya anaknya bisa menjadi pegawai negeri.

Respon saya cuma begini: “GILA!!!”

Menyogok, betapapun manisnya istilah penggantinya, adalah perbuatan NAJIS yang seharusnya dihindari. Bila ada orang yang menyogok untuk menjadi pegawai negeri, di mana letak keberkahan rezeki yang diterimanya? Bagaimana besarnya laknat Allah buat orang yang sudah mengeluarkan uang puluhan juta untuk sebuah perbuatan haram?

Barangkali kita lupa hadis: “Arrosi wal murtasi fin naar”. Yang menyogok dan disogok masuk neraka.

Naudzubillaah Min Dzalik …

Catatan: Tulisan ini paling awal saya tujukan buat isteri saya yang ditakdirkan ALLAH menjadi pegawai negeri, yang setahu saya tidak mengeluarkan uang sesenpun ketika melamar menjadi PNS beberapa puluh tahun yang lalu. Mudah-mudahan langkahnya selalu dilindungi dari hal-hal yang kotor! Amin.