Pagi ini jam 6:10 saya sudah harus berangkat mengantar isteri saya ke sebuah balai pertemuan di jalan Gatot Subroto karena dia ikut menjadi panitia pernikahan putra boss-nya. Sekalian saya membawa Timor saya ke sebuah bengkel langganan di jalan Dewi Sartika Jaktim. Mobil itu sudah banyak sekali keluhannya karena memang selalu dipakai tanpa perawatan yang memadai. Salah satu keluhannya adalah bunyi “klak klak klak” ketika membelok patah ke kiri dan kanan. Karena bengkel itu baru buka jam 8:00, dan saya tiba sekitar jam 7:00 di gedung pertemuan saya harus “planga-plongo” selama lebih dari satu jam.
Jam 8:00 saya tiba di bengkel dan langsung ditangani oleh mekanik bengkel. Lumayan juga pengeluaran buat si Timmie kali ini:
- CV Joint As roda depan kiri-kanan Rp. 400.000
- Oli Fa***on Rp. 135.000
- Oli Ro**d Rp. 90.000
- Filter bahan bakar Rp. 30.000
- Ongkos kerja ganti CV Joint Rp. 100.000
- Tune-up Rp. 70.000
- TOTAL Rp 825.000
Setelah perbaikan selesai saya membawa mobil itu pulang. Ketika sudah hampir sampai rumah, tepat di TL Narogong ketika saya belok kiri ke arah jalan Kartini terdengar sebuah bunyi keras dari arah belakang. Saya fikir ada kendaraan lain yang menabrak. Ternyata bukan. Tidak ada sebuah kendaraanpun di belakang mobil saya. Yang terjadi kemudian adalah mobil menjadi sangat berat dibawa. Seorang bapak yang kebetulan ada di dekat situ memberi tahu bahwa ban kiri belakang sama sekali tidak bisa berputar. Saya menepikan mobil dan setelah diangkat dengan dongkrak ternyata benar roda itu terkunci, tidak bisa berputar sama sekali.
Bapak tadi lalu memberi tahu saya bahwa di dekat situ ada sebuah pool taksi dan kalau saya mau ada montir kenalannya yang bisa dimintai tolong. Saya setuju, dan si bapak tanpa saya minta menelpon lewat hapenya menghubungi sang montir. Tak lama si montir datang dan langsung membongkar ban yang terkunci itu. Ternyata sebuah kanvas remnya lepas total dan harus diganti. Kebetulan ada toko onderdil mobil sekira 100 meter dari situ. Saya memberi uang ke montir tadi dan satu set kanvas rem (4 buah) yang saya butuhkan harganya rp 75.000 merk Daimaru. Saya fikir harganya reasonable.
Selagi si montir bekerja saya mengobrol panjang lebar dengan si bapak yang membantu saya menelponkan si montir tadi. Wajahnya sejuk dan saya fikir dia tulus membantu saya. Ketika mobil saya selesai diperbaiki dan saya memberikan uang kepadanya sebagai ucapan terimakasih sudah dicarikan montir dengan halus dia menolak. Sekarang saya yakin bahwa si bapak itu memang ingin menolong saya.
Si montir pun tampaknya memang benar-benar ingin membantu. Ketika saya tanyakan berapa upah kerjanya, dia menyatakan terserah. Saya menyebut sebuah angka dengan pesan kalau angka itu terlalu kecil tolong beritahukan saya. Ternyata jawabannya nya adalah: “Terimakasih. Itu sudah cukup, pak.”
Thanks God. Everything is normal again now. Insha Allah.