Archive for September, 2008

Salah Injak

Thursday, September 25th, 2008

Tadi pagi saya takziah ke rumah seorang keluarga. Sewaktu tiba di rumah-duka kendaraan belum banyak yang diparkir di pinggir jalan. Tetapi ketika pulang jalan yang tidak seberapa lebar itu sudah dipenuhi kendaraan pen-takziah. Entah mengapa, mungkin karena agak jengkel kesulitan mengeluarkan mobil (sebuah Carnival matic), kaki yang saya niatkan menginjak rem malah menginjak gas. Seketika mobil ber-cc 2.500 itu seperti hendak melompat. Saya dan isteri beristighfar saking kagetnya, dan secara refleks kaki saya menginjak rem. Kali ini kaki saya tidak salah menginjak. Mobil seketika berhenti dan alhamdulillah tanpa menyambar kendaraan lain, karena badan mobil sudah berada pada jalur jalan yang kosong.

Barangkali seperti inilah kejadiannya mobil terjungkal dari tempat parkir bertingkat beberapa bulan silam.

Mudah-mudah Allah swt senantiasa menjaga langkah kita. Amin.

Semarang

Friday, September 19th, 2008

Dua hari ini saya dan Hirzi ada di Semarang untuk sebuah urusan. Rencana semula menggunakan pesawat gagal karena tiket habis dan yang tersisa hanya Garuda kelas bisnis, dengan harga yang menyesakkan dada. Rencana menyetir mobil sendiri terpaksa dibuang jauh-jauh karena badan saya agak kurang fit. Akhirnya saya memesan tiket bis Rosalia Indah jurusan Solo. Bis berangkat dari Bulak Kapal Bekasi sekitar jam 16:15 dan sampai di ujung Tol Tembalang Semarang sekitar jam 3 dini hari. Seorang kerabat di Semarang (sorry namanya tidak disebut karena belum minta izin ybs) yang saya hubungi beberapa waktu sebelumnya sudah siap menjemput dengan Avanza barunya. Thanks, Bro!

Sebelum beristirahat di rumahnya kami menuju sebuah restoran Padang untuk Sahur. Sambil bersantap kerabat saya itu memohon maaf karena harus berangkat ke Solo jam 6 karena dia memang bekerja di sana. Jadi dia tidak bisa mengantar saya ke hotel. No problem. Ada banyak taxi yang bisa digunakan. Usai bersantap sahur kami langsung menuju rumah kerabat tadi. Usai sholat Subuh saya dan Hirzi langsung tertidur, setelah sebelumnya memasang alarm pada jam 9. Karena acara dimulai pada jam 10, jam 9:30 seusai mandi dan mengganti pakaian saya dan Hirzi meluncur ke Hotel Santika dengan taxi.

Urusan di Santika berlangsung dua hari. Sore harinya dengan Argomuria saya kembali ke Bekasi. KA amat longgar sehingga saya dan Hirzi bisa memilih bangku kosong untu tidur dengan lebih nyaman.

Semoga yang diurus di sana sukses dan membawa manfaat buat semuanya. Amin.

Racun oh racun ..

Monday, September 1st, 2008

Setelah menahan sabar 2 bulan lebih sejak mata melototin kamera-kamera DSLR di London tempohari tampaknya nafsu sudah menggelegak untuk segera “mengeksekusi” si kamera, menggantikan Olympus C760UZ yang setia menemani saya sekitar 4 tahun belakangan ini. Kebetulan alhamdulillah rezeki sudah datang lagi. Cuma demi menjaga stabilitas keamanan dan mencegah perang dunia ketiga di Desa32, bujet yang saya siapkan harus berkompromi dengan sang nyonya-besar. Pilihan mengarah ke Canon 400D plus lensa telenya.

Tetapi si Nikon juga menggeliat-geliat di pelupuk mata nih. Mungkin ambil yang D40X yang harganya lebih mahal. Sang nyonya besar tentu saja kembali “memanyunkan” wajahnya mendengar ide ini. Cuma, sebodo ah. Kaum suami harus bangkit melawan ketidaksetujuan kaum isteri dalam dunia “gajet-mengajet”.

(Sambil mengepalkan tinju ke atas.) Merdeka!!! Hehehehe ..

Minggu, 31 Agustus 2008, dengan semangat 45 ditemani Hirzi dan Zhilal mulailah saya hunting kamera idaman di kawasan Manggadua. Target utama Canon 1000D ternyata tidak berhasil didapati di semua toko yang disambangi. Kalau tetap ngebet ingin membelinya saya harus inden dengan waktu yang tidak terbatas, padahal saya tidak pernah suka membeli sesuatu tetapi harus menunggu untuk mendapatkannya. Akhirnya dengan mengandalkan feeling sepenuhnya, karena review yang saya baca di internet malah membuat saya bingung (saking newbie-nya), saya memilih Nikon D60. Syukurlah, camera yang sudah dilengkapi dengan lensa 18 ~ 200 mm dan dihargai hampir 14 juta rupiah itu bisa saya dapati dengan harga lebih murah.

Setibanya di rumah isteri saya menyambut dengan senyum kecil sambil bertanya agak ketus: “Habis ini kepengen apa lagi ..?”

Hehehe .. Apalagi ya ?
Welcome home, Nikon D60.

Ctt: Manyun (dialek betawi)= cemberut.
Gajet-mengajet = plesetan dari kata “Gadget”.