Ketika mengunjungi Manchester pada kesempatan ke Inggris beberapa waktu yang lalu yang terlintas pertama kali dalam fikiran tentu saja adalah Old Trafford dan Manchester United, sebuah klub sepakbola yang “digilai” Hirzi, anak sulung saya. Saya sendiri tidak terlalu suka menonton bola, bahkan cenderung tidak mampu menemukan di mana nikmatnya melihat sebuah bola diperebutkan segitu banyak orang.
Ditemani Ilo, seorang keponakan yang sudah belasan tahun tinggal di Inggeris dan “nekad” mengambil cuti selama 2 minggu khusus untuk menemani kami selama di Inggeris (thanks alot, Lo!), saya dan isteri menggunakan Virgin Trains dari London Euston. Turun di stasiun kereta api Manchester Piccadily, kami berjalan kaki ke stasiun bis Piccadilly Gardens dalam cuaca yang lumayan dingin meski summer sudah masuk. Dari sana kami menaiki bis ke Old Trafford. And .. here we are .. sebuah stadion yang barangkali menjadi “a must visit” bagi semua penggila MU di kolong langit.
Manchester United didirikan sebagai Newton Heath LYR F.C. pada tahun 1878 sebagai sebuah tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath. Baru pada tahun 1902 namanya berganti menjadi Manchester United. Meski namanya harum sebagai sebuah klub terkenal di Inggeris, bintang-cemerlangnya mulai muncul ketika klub ini diasuh Sir Alex Ferguson. Sejak bergulirnya era Premiership di tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan delapan kali merebut tropi juara.
MU menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris. Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 20 trofi besar – jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggeris. Mereka telah memenangi 17 trofi juara Liga Utama Inggris. Pada tahun 1968 mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999. Dan tidak ada satu orangpun penggemar fanatik MU yang melupakan saat-saat manis ketika MU mengalahkan Chelsea di Moskow beberapa waktu yang lalu, untuk sekali lagi merebut Liga Champion tahun 2008 ini. Saat ini pemilik club sepakbola fenomenal ini adalah Malcolm Glazer yang pada tanggal 12 Mei 2005 membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar).
(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Manchester_United_F.C.)
Supaya “adil” (karena anak saya yang lain menyukai Chelsea FC) saya juga berkesempatan mengunjungi Chelsea FC dan Liverpool FC, yang mudah-mudahan pengalamannya dapat saya tuliskan lain waktu.
Bagi yang suka mengunjungi pusat-pusat belanja di Jakarta,


