Archive for the ‘Umum’ Category

1 Syawal 1431 H

Sunday, August 15th, 2010

Menurut situs http://moonsighting.com/vis-maps.html kondisi HILAL pada tanggal 9 September 2010, Kamis sore, sebagai berikut:

Penampakan Hilal 1 Syawal 1431 H

(Untuk melihat gambar lebih jelas, klik-kanan pada gambar lalu klik “View Image”)

Dari gambar di atas tampak bahwa Kamis sore tgl 9 September 2011 Hilal sudah bisa dilihat dengan mata telanjang / “Easily visible with naked eyes” (warna hijau) di Sumatera, Jawa, dan sebagian Kalimantan. Bagian lain wilayah RI berstatus “Visible if perfect conditions” / Terlihat dg kondisi cuaca sempurna. Jadi insya Allah Kamis malam (Malam Jumat) kita sudah akan bertakbir dan Idhulfitri/1 Syawal 1431 H akan jatuh hari Jumat tanggal 10 September 2010.

Kita tunggu hasil ru’yah pada hari Kamis sore! Mohon koreksi kalau saya salah. Wallohua’lam ..

Sepotong Cerita dari Tangkuban Perahu

Saturday, August 14th, 2010

Minggu pagi, 18 Juli 2010, sekitar jam 9, dengan penumpang penuh si Carni menyusuri jalan dari Ciater Highland Resort ke Tangkuban Perahu. Jarak yang relatif dekat (ca 10 KM) dengan tanjakan yang aduhai dilalui si Carnie dengan mudah. Sebabnya bisa jadi karena saya yang mengemudikan MPV ini relatif sangat hafal dengan kondisi jalur ini. Sejak keluarga besar saya membeli sebuah rumah di CHR, jalur Tangkuban Perahu dengan tanjakannya yang luar biasa menjadi jalur yang sangat saya akrabi.

Setelah puas melihat-lihat kawah Tangkuban Perahu saya men-start si Carnie untuk pulang. Sekali, gagal. Kedua kali, gagal. Entah berapa kali dicoba masih tetap gagal. Mesin seperti mau hidup tapi sedetik kemudian mati lagi. Saya mulai panik karena kondisi aki juga kurang prima. Jumat yang lalu malah si aki tidak kuat men-start si Carnie dan terpaksa saya “pancing” dengan aki si Timmie, karena lebih seminggu tidak pernah dihidupkan mesinnya. Kalau sampai si aki tidak mampu lagi menggerakkan starter bisa runyam urusannya.

Saya turun dan membuka kap mesin, meski tidak tahu pasti apa yang akan saya lakukan. Tiba-tiba seorang tukang parkir, Alex namanya, mendekati saya.

“Coba dicabut relay pompa bensinnya lalu dipasang lagi, pak.” Begitu katanya tanpa saya minta.

Saya fikir, apa salahnya dicoba. Saya melakukan apa yang disarankan, sambil kemudian saya bersihkan kaki2 relay dengan tissue. Usai memasukkan relay ke “dudukannya” saya kembali men-start mesin. “Cekgreeeeeng”, alhamdulillaaah, mesin langsung “menyalak” pada kesempatan pertama. Saya berterimakasih sambil memberikan uang parkir agak lebih besar kepadanya.

Mobil lalu menembus kota Bandung melalui Jalan Oto Iskandar Dinata yang amat macet dalam perjalanan menuju sebuah pusat pakaian muslim terkenal di Buah Batu. Kami berbelanja sekitar 2 jam di sini, dan tentu saja mesin dimatikan. Usai belanja, saat mobil di-start, alhamdulillah si bongsor itu kembali hidup pada kesempatan pertama. Pun demikian halnya seusai kami makan siang di sebuah restoran beberapa kilometer sebelum pintu toll Pasteur.

Yang memenuhi fikiran saya sambil berjalan pulang ke Bekasi adalah, apa hubungannya ya masalah mesin sulit hidup dengan mencopot relay pompa bensin?

Silaturahim

Wednesday, May 19th, 2010

Sejak kemarin mobil saya ada masalah pada remnya. Kebetulan ada sebuah bengkel baru di dekat rumah. Pagi ini saya datangi bengkel itu untuk memperbaikinya. Ngobrol-ngobrol dengan mekaniknya ternyata dia banyak kenal dengan beberapa pemilik bengkel langganan saya. Karena bengkel-bengkel itu juga tempat nongkrong teman-teman di club (Carnival Sedona Owners Club) otomatis dia juga mengenal dengan baik beberapa rekan saya di club. Jadilah obrolan kami menarik membahas banyak hal, sambil saya mencari tahu pengalamannya bekerja di bengkel-bengkel terdahulu. Buat saya amat penting mengetahui dengan pasti pengalaman mekanik yang menangani mobil saya. Semua orang tahu semakin berpengalaman, semakin hebat kemampuan seorang mekanik.

Tak lama kemudian ikut bergabung ngobrol seorang bapak yang ternyata adalah pemilik rumah yang dikontrak oleh bengkel itu. Beberapa saat memperhatikannya saya agaknya mengenal bapak ini. Ternyata perasaan saya benar. Beliau adalah teman lama saya di Orari. Kami kehilangan kontak sekitar 20 tahun. Biasa dulu saya panggil Romo, beliau adalah pak Sadiman (ex) YC0CII. Obrolan pun menjadi sebuah nostalgia yang hangat.

Silaturahim, yang saya tahu akan memperluas rezeki dan memperpanjang usia. Insya Allah.
—————–
Diriwayatkan Abu Umamah, dia berkata: Amr bin ‘Abasah As-Sulami radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dengan apa Allah mengutusmu?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah mengutusku dengan silaturahim, menghancurkan berhala dan agar Allah ditauhidkan, tidak disekutukan dengan-Nya sesuatupun.” (HR. Muslim, Kitab Shalatul Musafirin, Bab Islam ‘Amr bin ‘Abasah, no. 1927)

Ummi tsumma Ummi

Saturday, May 8th, 2010

Beberapa bulan lalu ummi saya harus dirawat beberapa hari. Saat itulah saya mendengar lagu ini di sebuah internet radio. Dinyanyikan beramai-ramai oleh Tamer Hosni, Yara, Ramy Ayash, Ganat, dan Haytham Shaker dengan sebuah kelompok paduan suara, lagu ini tiap kali saya dengar selalu menyisakan genangan air mata.

Ummi, sehat-sehat selalu ya. We all love you ..

Antum yg ingin lyric-nya silakan klik link ini: http://www.arabicmusictranslation.com/2007/09/tamer-hosni-yara-ramy-ayash-and-others.html

Ibu

Thursday, April 29th, 2010

Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Terutama kepada ibunda kita.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seseorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja Si Ibu menginginkan. Orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan segala apa yang sudah kulakukan untuk ibundaku ini, apakah aku sudah membalas jasa ibuku?”

Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma tegas: “Belum! Setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu.” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]