Minggu pagi, 18 Juli 2010, sekitar jam 9, dengan penumpang penuh si Carni menyusuri jalan dari Ciater Highland Resort ke Tangkuban Perahu. Jarak yang relatif dekat (ca 10 KM) dengan tanjakan yang aduhai dilalui si Carnie dengan mudah. Sebabnya bisa jadi karena saya yang mengemudikan MPV ini relatif sangat hafal dengan kondisi jalur ini. Sejak keluarga besar saya membeli sebuah rumah di CHR, jalur Tangkuban Perahu dengan tanjakannya yang luar biasa menjadi jalur yang sangat saya akrabi.
Setelah puas melihat-lihat kawah Tangkuban Perahu saya men-start si Carnie untuk pulang. Sekali, gagal. Kedua kali, gagal. Entah berapa kali dicoba masih tetap gagal. Mesin seperti mau hidup tapi sedetik kemudian mati lagi. Saya mulai panik karena kondisi aki juga kurang prima. Jumat yang lalu malah si aki tidak kuat men-start si Carnie dan terpaksa saya “pancing” dengan aki si Timmie, karena lebih seminggu tidak pernah dihidupkan mesinnya. Kalau sampai si aki tidak mampu lagi menggerakkan starter bisa runyam urusannya.
Saya turun dan membuka kap mesin, meski tidak tahu pasti apa yang akan saya lakukan. Tiba-tiba seorang tukang parkir, Alex namanya, mendekati saya.
“Coba dicabut relay pompa bensinnya lalu dipasang lagi, pak.” Begitu katanya tanpa saya minta.
Saya fikir, apa salahnya dicoba. Saya melakukan apa yang disarankan, sambil kemudian saya bersihkan kaki2 relay dengan tissue. Usai memasukkan relay ke “dudukannya” saya kembali men-start mesin. “Cekgreeeeeng”, alhamdulillaaah, mesin langsung “menyalak” pada kesempatan pertama. Saya berterimakasih sambil memberikan uang parkir agak lebih besar kepadanya.
Mobil lalu menembus kota Bandung melalui Jalan Oto Iskandar Dinata yang amat macet dalam perjalanan menuju sebuah pusat pakaian muslim terkenal di Buah Batu. Kami berbelanja sekitar 2 jam di sini, dan tentu saja mesin dimatikan. Usai belanja, saat mobil di-start, alhamdulillah si bongsor itu kembali hidup pada kesempatan pertama. Pun demikian halnya seusai kami makan siang di sebuah restoran beberapa kilometer sebelum pintu toll Pasteur.
Yang memenuhi fikiran saya sambil berjalan pulang ke Bekasi adalah, apa hubungannya ya masalah mesin sulit hidup dengan mencopot relay pompa bensin?